Tampilkan postingan dengan label Buku "Gender Equity In Islam". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku "Gender Equity In Islam". Tampilkan semua postingan

Kesamaan dalam Spritualitas antara Laki-laki dan Perempuan

Kesamaan dalam Spritualitas antara Laki-laki dan Perempuan
     Puji syukur kami panjatkan kepada Allah, karena masih menganugerahkan karunianya kepada kami, sehingga bisa melanjutkan proses penterjemahan dari buku “Gender Equity In Islam”. Pada postingan pertama yang kami tulis pada 13 November lalu dengan judul “Buku ini “Bernama” Gender Equity in Islam”, alhamdulillah kami telah menerjemahkan bagian pertama dari buku ini. Di sana diterangkan bahwa ada empat aspek terkait tentang posisi dan peranan wanita dalam masyarakat dilihat dari perspektif islam, yaitu aspek spiritual, ekonomi, sosial dan politik. 

            Pada postingan kali ini kami menyajikan bagian kedua dari buku tersebut. Bagian kedua ini berbicara tentang keadilan Islam memandang laki-laki dan perempuan dilihat dari aspek spiritual. Semoga bermanfaat.  

Buku ini “Bernama” Gender Equity in Islam

      Dewasa ini, paham yang menuntut kesetaraan gender, feminisme, telah merambat ke dunia Islam. Padahal, awalnya ia hanyalah produk Barat yang lahir disebabkan kondisi sosial di sana yang mendiskreditkan perempuan. 

      Di Barat, sebelum abad 19 para perempuan masih tertindas. Ketika ada pertemuan di gereja, misalnya, perempuan dilarang berbicara. Kalau mereka mau bertanya, disarankan bertanya kepada suaminya di rumah. Mereka juga tidak punya hak suara dalam pemilihan umum. 

    Selain itu, ada anggapan bahwa perempuan itu adalah makhluk yang tidak rasional. Bahkan, ada yang ragu apakah perempuan itu manusia atau bukan. Uniknya, perlakuan Barat semacam ini didasarkan pada kitab suci mereka (bible). 

     Para wanita di Barat kemudian protes terhadap perlakuan ini. Mereka tidak terima. Kemudian, lahirlah gerakan feminisme di Barat yang menuntut kesetaraan dengan kaum laki-laki. Mereka tidak mau lagi ditindas dan dinomorduakan.