Tampilkan postingan dengan label Adab Berdoa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab Berdoa. Tampilkan semua postingan

Shalat Abu Mu'allaq

Shalat Abu Mu'allaq
Salah satu sahabat Rasul yang bernama Abu Mu'allaq melakukan perjalanan dengan membawa harta dagangan. Tiba-tiba ada perampok yang hendak membunuh dan hendak mengambil hartanya.

Abu Mu'allaq kemudian berkata, "Izinkan saya untuk shalat". 

Perampok itu menjawab, "Shalatlah sesuka hatimu".

Abu Mu'allaq pun mengambil wudhu' dan shalat. Ia berdoa, "Wahai Zat yang dicintai, wahai pemilik 'Arsy yang agung, wahai Zat yang berbuat atas kehendak-Nya, saya memohon kepada-Mu dengan kemulian-Mu yang tidak...dan kerajaan-Mu yang tidak lalim, dan dengan cahaya-Mu yang memenuhi kemuliaan Arsy-Mu, agar Engkau menghentikan kejahatan perampok ini. Wahai Zat yang Maha Penolong, Tolonglah saya."

Ia mengulangi doa ini hingga 3 kali.

Harta Benda Arsy

Harta Benda Arsy
Malaikat Jibril turun menemui nabi Saw dengan sebaik-baik bentuk dan tidak pernah seperti itu sebelumnya. ia datang dengan tersenyum dan membawa kabar gembira.

Ia berkata, "Semoga keselamatan tercurahkan untukmu wahai Muhammad". Rasul menjawab, "Semoga keselamatan juga tercurahkan untukmu wahai Jibril".

Jibril berkata, "Sesungguhnya Allah mengutusku untuk  menemuimu dengan membawa hidayah. Dengan hidayah itu, Allah hendak memuliakanmu dengan harta benda arsy".

Rasul Saw bertanya, " Hidayah seperti apa yang kamu maksud wahai Jibril?"

Hak Pembantu

Hak Pembantu
Ada 3 orang laki-laki yang berada dalam perjalanan. Ketika langit sudah gelap, mereka masuk ke dalam gua untuk istirahat di sana. Tiba-tiba batu besar yang ada di atas gunung jatuh dan berhenti tepat di pintu gua. Mereka pun tidak bisa keluar dari gua itu. Maka mereka berdoa kepada Allah dengan perantaraan amal sholeh mereka.

Orang pertama dan orang kedua berdoa. Berkat doa mereka berdua, tergeserlah batu itu hingga langit terlihat. Akan tetapi, mereka belum bisa keluar.

Saya Raja...Saya Raja...

Saya Raja...Saya Raja...
Tatkala Hudzaifah bin Yaman mendekati ajalnya, ia jatuh pingsan. Keluarganya beserta orang-orang Anshor pun datang menjenguknya pada malam hari atau ketika waktu sahur.
Ketika sadar, ia bertanya, “Malam apa ini?” Mereka menjawab, “Tengah malam atau waktu sahur”.

Orang Tua dan Demam

Orang Tua dan Demam
                Jika mendengar ada orang sakit, Rasul Saw pasti menjenguknya. Beliau menjenguk semua orang dari berbagai lapisan; laki-laki dan perempuan, tua dan muda, serta muslim dan non-muslim. Beliau menjenguk serta mendoakan mereka.
                Ketika Rasul Saw menjenguk mereka, ada yang banyak mengambil manfaat, namun ada juga yang tidak mengambil manfaat sama sekali.

Pemberi Stempel dan Orang Yahudi

Pemberi Stempel dan Orang Yahudi
Sahabat yang agung, Abu Zuhair An-namuri Radhiyalaahu 'anhu berada di majelis ilmu bersama sahabat yang lain. Ia mengajari mereka tentang perkara agama mereka. Maka ketika ada ada di anatara mereka berdoa, Abu Zuhair mengatakan, "Tutuplah doamu dengan amiin. Sesungguhnya mengucapkan amiin itu ibarat memberi stempel pada lembaran surat".

Subhanallah......

Subhanallah......
Seorang laki-laki dari kaum muslimin menderita sakit yang sangat parah. Saking parahnya, badannya melemah dan mengecil hingga seperti anak burung. Tatkala Rasulullah Saw mengetahui hal ini, beliau dengan ditemani beberapa sahabat menjenguknya.

Pemilik Unta

Pemilik Unta
Tatkala Rasulullah Saw dan para sahabat keluar dalam peperangan “Bathnu Luuth”, kendaraan yang mereka tumpangi tidak cukup. Mereka pun bergantian, ada yang berkendaraan dan ada yang jalan kaki. Sampai-sampai satu unta dikendarai bergantian oleh 5, 6, atau 7 orang. 

Doa Orang-Orang Shaleh

Doa Orang-Orang Shaleh
Nabi Saw menemui Anas bin Malik, Ummu Sulaim, dan Ummu Haram (bibi beliau) pada suatu saat di luar waktu shalat fardhu. Beliau bersabda , “Bagaimana meurut kalian jika saya shalat bersama kalian?” Mereka pun menyetujui dan menyambut ajakan itu dengan sangat baik. 

Lalu Rasul Saw meminta Anas berdiri di sebelah kanan beliau dan kedua perempuan tadi di belakang. Kemudian beliau Shalat bersama mereka. Setelah itu, beliau mendoakan mereka untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Thowus dan Doa

Thowus dan Doa

      Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul Adab dengan judul “Thowus wad Du'a", Thowus dan Doa. Tulisan ini merupakan bagian ke-5 dari sub judul "Adaabu Ad-Du'aa", Adab Berdoa.  Semoga bermanfaat. :-)

Thowus dan Doa

          Thowus adalah ulama yang ikhlas dan merupakan salah satu murid Ibnu Abbas RA. Suatu hari di majlis ta’lim, seseorang berkata kepadanya, “Berdoalah untuk kami dengan doa-doa”. Thowus menjawab, “Sekarang saya tidak mendapati hatiku memiliki rasa takut kepada Allah, sehingga aku bisa berdoa untuk kalian” [HR. Abu Na’im]

Istana Putih

Istana Putih

Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul Adab dengan judul “Al-Qoshru Al-Abyadu", Istana Putih. Tulisan ini merupakan bagian ke-4 dari sub judul "Adaabu Ad-Du'aa", Adab Berdoa.  Semoga bermanfaat. :-)
Istana Putih

            Abdullah bin Mughfil Radhiyallaahu ‘anhu mendengar anaknya berdoa: “Ya Allah, jika saya masuk surga, saya meminta kepada Engkau istana putih yang berada di sini kanan surga”. Abdullah pun berkata, “Wahai anakku, berdoalah kepada Allah agar dimasukkan ke surga dan diselamatkan dari siksa api neraka”.

Pemilik Cahaya

Pemilik Cahaya

     Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul Adab dengan judul “Dzun Nuuri”, Pemilik Cahaya. Tulisan ini merupakan bagian ke-3 dari sub judul "Adaabu Ad-Du'aa", Adab Berdoa.  Semoga bermanfaat. :-)
Pemilik Cahaya

            Thufail bin Amr Ad-duusi yang memiliki julukan Dzun Nuur (pemilik cahaya) pergi ke Mekkah dan masuk Islam. Kemudian ia kembali ke kabilahnya, kabilah Daus, untuk mengajak mereka agar masuk agama yang baru (Islam). Mereka pun menyelisihinya dan berpegang teguh pada kesyirikan dan kesesatan. Tidak ada yang beriman kecuali sedikit. 


            Walau demikian, Thufail dan beberapa orang dari kaum muslimin berpegang teguh pada agama mereka serta bersabar atasnya.  Hingga akhirnya mereka mengetahui hijrahnya Rasulullah Saw dan kaum muslimin ke Madinah Munawarah. Maka Thufail dan beberapa orang muslim dari kabilahnya ikut hijrah ke Madinah.

Ketergesaan dan Doa

Ketergesaan dan Doa

      Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul Adab dengan judul “Al-Ismu Al-A'dhamu”, Nama Allah yang Agung . Tulisan ini merupalan bagian ke-2 dari sub judul Adaabu Ad-Du'a. Adab Berdoa.  Semoga bermanfaat. :-)

Ketergesaan dan Doa

            Fadhalah bin Abid radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan cerita ini. Ia berkata: Tatkala Rasulullah saw sedang duduk, di masjid ada seorang laki-laki masuk dan berdoa.

Nama (Allah) yang Agung

Nama (Allah) yang Agung

       Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul Adab dengan judul “Al-Ismu Al-A'dhamu”, Nama Allah yang Agung . Semoga bermanfaat. :-)

Nama (Allah) yang Agung

          Suatu ketika Rasulullah Saw berkumpul bersama para sahabatnya. Waktu itu ada seorang laki-laki yang sholat di masjid. Maka tatkala melakukan ruku’dan sujud, ia mengucapkan 2 kalimat syahadat lalu berdoa. Dalam doanya, ia berkata, “Ya Allah, sesungguhnya saya meminta kepada-Mu dengan segala puji hanya untuk-Mu. Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Pencipta langit dan bumi, Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, Yang Maha Hidup, Yang terus Menerus Mengurus (makhluk-Nya)”.

Sekarang, tentang Adab-adab dalam Berdoa

Sekarang, tentang Adab-adab dalam Berdoa

Alhamdulillah sobat, saya bisa kembali menggoreskan “pena”  di blog tercinta ini. Saya berharap, saya bisa istiqomah ikut meramaikan dunia blog sehingga bisa turut serta dalam menyebarkan selaksa manfaat.

Dalam postingan kali ini saya ingin menyampaikan bahwa mulai sekarang, saya akan melanjutkan postingan tentang terjemahan kitab Silsilatul Adab. Hanya saja, postingan kali ini dan selanjutnya adalah tentang Adab Berdoa yang ditulis oleh Mushtofa Ahmad Ali. Adapun postingan sebelumnya adalah tentang Adab kepada Allah yang ditulis oleh Abdul ‘Aziz Sayyid Haasyim.

Baiklah, di bawah ini adalah pendahuluan dari pembahasan tentang Adab Berdoa. Adapun postingan selanjutnya – insyaAllah – adalah kelanjutan dari sub judul Adab Berdoa dari kitab Silsilatul Adab yang rencananya saya terjemahkan secara bertahap. Semoga “proyek” ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Amiin.