Adab Hari Raya dan Hari Bahagia

 Adab Hari Raya dan Hari Bahagia

Bismillahirrahmaanirrahim

Hari Raya adalah hadiah dari Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang taat. Ia juga hari bergembira bagi mereka. Ia dirayakan 2 kali dalam setahun, setelah sebelumnya kaum muslimin melaksanakan ibadah berupa puasa di bulan Ramadhan dan Haji di Baitul Haram dalam rangka mengharap ridha Allah SWT. 

Seorang muslim yang taat akan merasa gembira pada 2 hari ini, karena ia merasa bahwa Allah SWT telah memberinya hadiah/balasan atas ketaatan yang dilakukan.

Pada hari raya, orang-orang saling bersilaturrahim, saling mencintai, saling bersalam-salaman, saling memperbarui hubungan yang baik di antara mereka, dan saling menguatkan ikatan di antara mereka.

Shalat Abu Mu'allaq

Shalat Abu Mu'allaq
Salah satu sahabat Rasul yang bernama Abu Mu'allaq melakukan perjalanan dengan membawa harta dagangan. Tiba-tiba ada perampok yang hendak membunuh dan hendak mengambil hartanya.

Abu Mu'allaq kemudian berkata, "Izinkan saya untuk shalat". 

Perampok itu menjawab, "Shalatlah sesuka hatimu".

Abu Mu'allaq pun mengambil wudhu' dan shalat. Ia berdoa, "Wahai Zat yang dicintai, wahai pemilik 'Arsy yang agung, wahai Zat yang berbuat atas kehendak-Nya, saya memohon kepada-Mu dengan kemulian-Mu yang tidak...dan kerajaan-Mu yang tidak lalim, dan dengan cahaya-Mu yang memenuhi kemuliaan Arsy-Mu, agar Engkau menghentikan kejahatan perampok ini. Wahai Zat yang Maha Penolong, Tolonglah saya."

Ia mengulangi doa ini hingga 3 kali.

Harta Benda Arsy

Harta Benda Arsy
Malaikat Jibril turun menemui nabi Saw dengan sebaik-baik bentuk dan tidak pernah seperti itu sebelumnya. ia datang dengan tersenyum dan membawa kabar gembira.

Ia berkata, "Semoga keselamatan tercurahkan untukmu wahai Muhammad". Rasul menjawab, "Semoga keselamatan juga tercurahkan untukmu wahai Jibril".

Jibril berkata, "Sesungguhnya Allah mengutusku untuk  menemuimu dengan membawa hidayah. Dengan hidayah itu, Allah hendak memuliakanmu dengan harta benda arsy".

Rasul Saw bertanya, " Hidayah seperti apa yang kamu maksud wahai Jibril?"

Ketika Orientalis Jujur Menilai Nabi

Ketika Orientalis Jujur Menilai Nabi
Mungkin kita pernah mendengar orientalis (sarjana Barat yang mendalami dunia Timur) menyatakan  bahwa  banyak orang-orang muslim yang kurang objektif ketika berkarya. Namun kalau melihat di lapangan, justru banyak sekali dari orientalis yang memiliki subjektifitas tinggi, terutama ketika menilai nabi Muhammad Saw. Dalam tulisan saya terdahulu yang berjudul "Nabi Muhammad di mata Orientalis", telah saya paparkan pandangan-pandangan sinis dan penuh kebencian kaum orientalis terhadap nabi. 

Nama-nama yang saya sebutkan di antaranya adalah, John of Damascus, Pastor Bede, Martin Luther, Voltaire, Snouck Hurgronje, dan Klimovich. Sebenarnya masih banyak lagi orientalis yang menghina nabi. Mereka yang belum saya sebut dalam tulisan tersebut di antaranya adalah Josep Schat, Ignaz Goldziher, Wensick, Washington Irving, Hamilton Gibb, D' Herbelot, dan Dante Alighieri.

Kalau menyimak pemaparan mereka, maka akan tersingkap dengan jelas  sikap tidak objektif dan ketidak ilmiahan karya-karya mereka. Apalagi, tidak sedikit pula orientalis yang benar-benar bersikap objektif memiliki penilaian sangat bertentangan dengan para orientalis yang disebut di atas.  

Hak Pembantu

Hak Pembantu
Ada 3 orang laki-laki yang berada dalam perjalanan. Ketika langit sudah gelap, mereka masuk ke dalam gua untuk istirahat di sana. Tiba-tiba batu besar yang ada di atas gunung jatuh dan berhenti tepat di pintu gua. Mereka pun tidak bisa keluar dari gua itu. Maka mereka berdoa kepada Allah dengan perantaraan amal sholeh mereka.

Orang pertama dan orang kedua berdoa. Berkat doa mereka berdua, tergeserlah batu itu hingga langit terlihat. Akan tetapi, mereka belum bisa keluar.

Saya Raja...Saya Raja...

Saya Raja...Saya Raja...
Tatkala Hudzaifah bin Yaman mendekati ajalnya, ia jatuh pingsan. Keluarganya beserta orang-orang Anshor pun datang menjenguknya pada malam hari atau ketika waktu sahur.
Ketika sadar, ia bertanya, “Malam apa ini?” Mereka menjawab, “Tengah malam atau waktu sahur”.

Orang Tua dan Demam

Orang Tua dan Demam
                Jika mendengar ada orang sakit, Rasul Saw pasti menjenguknya. Beliau menjenguk semua orang dari berbagai lapisan; laki-laki dan perempuan, tua dan muda, serta muslim dan non-muslim. Beliau menjenguk serta mendoakan mereka.
                Ketika Rasul Saw menjenguk mereka, ada yang banyak mengambil manfaat, namun ada juga yang tidak mengambil manfaat sama sekali.

Pemberi Stempel dan Orang Yahudi

Pemberi Stempel dan Orang Yahudi
Sahabat yang agung, Abu Zuhair An-namuri Radhiyalaahu 'anhu berada di majelis ilmu bersama sahabat yang lain. Ia mengajari mereka tentang perkara agama mereka. Maka ketika ada ada di anatara mereka berdoa, Abu Zuhair mengatakan, "Tutuplah doamu dengan amiin. Sesungguhnya mengucapkan amiin itu ibarat memberi stempel pada lembaran surat".

Subhanallah......

Subhanallah......
Seorang laki-laki dari kaum muslimin menderita sakit yang sangat parah. Saking parahnya, badannya melemah dan mengecil hingga seperti anak burung. Tatkala Rasulullah Saw mengetahui hal ini, beliau dengan ditemani beberapa sahabat menjenguknya.

Goresan Hikmah Part 1

Goresan Hikmah  Part 1
Niat Kuat = sukses
Niat lemah = gagal


 Bergerak dan gagal, JAUH lebih baik daripada tidak gagal tapi diam.....
Semakin banyak gagal, semakin besar kesempatan untuk sukses...
Semakin besar kegagalan, semakin besar pula 'jenis' atau 'bentuk' kesuksesan yang akan dicapai....
Jadi, tidak ada alasan untuk takut gagal....
*Inspirasi setelah nonton video Mario Teguh


 Setiap kita adalah pribadi unik...
Tak perlu bermimpi menjadi orang lain....
Setiap kita punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain....
jadi, tak perlu bersedih menjadi diri-sendiri....