Pada suatu hari, Rasulullah Saw duduk bersama para sahabat di masjid untuk mengajari mereka tentang perkara agama.
Waktu itu, Abu Qatadah RA memasuki masjid. Dia melihat Rasulullah Saw bermajlis taklim dengan sahabat. Abu Qatadah kemudian pergi menemui mereka dan duduk bersama mereka.
Nabi Saw bersabda kepada Abu Qatadah , "Apa yang menghalangimu untuk shalat dua rakaat sebelum duduk?"
Home » All post
Adab-adab di Masjid

Masjid adalah rumah Allah. Ia adalah sebaik-baik tempat di muka bumi. Di dalamnya terdapat rahmat dan ketenangan. Orang-orang yang beriman memakmurkannya dengan banyak beribadah. Allah berfirman, "Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir" (QS. At-Taubah: 18)
Sungguh Allah telah menjanjikan para pengunjung masjid dengan pahala yang agung. Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa yang pergi ke masjid dan kembali darinya, maka Allah menjanjikan untuknya sebuah tempat yang indah di surga setiap kali dia berangkat dan kembali" (Muttafaqun 'Alaih).
Posted by Luqman Hakim
at Senin, Agustus 05, 2013,
Add Comment
Read more
Inilah Keutamaan membaca dan Menghatamkan Al-Quran; Tidak Tertarikkah Kita?

Saudaraku, bulan Ramadhan yang penuh berkah sudah datang menemui
kita. Bagaimana perasaan kita ketika ia datang? Apakah hati kita riang dan
wajah kita ceria saat ‘menatap’-nya? Ataukah kita anggap ia sebagai tamu rutin,
sama dengan tamu-tamu yang lain? Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang
senang dalam menyambutnya. Senang karena banyak sekali janji-janji menggiurkan
yang Allah persiapkan untuk kita; seperti pahala yang berlipat ganda, ampunan
yang dibuka seluas-luasnya, dan sebagainya.
Saudaraku, bulan Ramadhan juga disebut-sebut sebagai bulan Al-Quran
(Syahrul Quran). Mengapa? Karena ayat Al-Quran yang pertama kali turun ke bumi diturunkan
pada bulan yang mulia ini. Maka tidak mengherankan jika para sahabat nabi dan ulama-ulama
kita terdahulu berlomba-lomba dalam membaca Al-Quran. Bahkan, kalau kita lihat
di Indonesia, banyak orang yang juga terlihat aktif melantunkan kalam ilahi ini
di bulan yang suci ini. Banyak di antara mereka yang menargetkan untuk bisa
menghatamkan Al-Quran sebanyak yang mereka bisa.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan kita? Apakah kita termasuk
yang semangat dalam membaca Al-Quran? Apakah kita juga sudah menargetkan agar
bisa hatam Al-Quran?
Saudaraku, menurut para trainer, agar kita bisa semangat dalam
melakukan suatu pekerjaan maka kita hendaknya tahu apa manfaat dari pekerjaan
itu. Maka dari itulah, agar kita semangat dalam membaca dan menghatamkan Al-Quran, hendaknya
kita mengetahui apa saja keutamaan membaca dan mengahatamkan Al-Quran.
Posted by Luqman Hakim
at Selasa, Juli 30, 2013,
Add Comment
Read more
Al-Khumaini dan Tuduhannya terhadap Rasulullah

Imam Khumaini adalah tokoh yang dikenal sebagai pemimpin revolusi
Iran. Ia dipuja-puji oleh sebagian orang lantaran dianggap berhasil mendirikan “Negara
Islam” Iran serta berani menentang Amerika Serikat.
Namun, banyak yang kurang memperhatikan, bahwa selain pemimpian
spritual iran, Al-Khumaini adalah tokoh besar dalam syiah Imamiyah Itsna
Asyariyah. Syiah Imamiyah itsna Asyariyah (sebagaimana syiah di Sampang,
Madura) adalah jenis syiah di mana para ulama telah menetapkan bahwa mereka
bermasalah dan menyimpang.
Prof. Dr. Ahmad bin Sa’ad Al-Ghamidi dalam bukunya “Hiwar Hadi’
Ma’a ad-Duktur al-Qazwini asy-syi’i al-Itsnai Asyari” yang kemudian diterjemahkan
dan diterbitkan di Indonesia oleh penerbit Darul Haq judulnya menjadi “ Siapa
Bilang Sunni Syiah tidak Bisa Bersatu, Debat Terkini dua Guru Besar Prof. Ahmad
al-Ghamidi dan Prof. Dr. Muhammad al-Qazwini” mengupas beberapa pernyataan
Al-Khumaini yang bermasalah dan meyimpang.
Posted by Luqman Hakim
at Selasa, Juli 30, 2013,
Add Comment
Read more
Mimpi yang Baik

Nabi Saw mengajari para sahabat adab-adab tidur. Beliau memberitahu mereka bahwa barangsiapa yang memiliki mimpi yang baik, hendaknya dia menceritakan hal itu kepada orang lain.
Suatu ketika, beliau tidur di rumah Ummu Haram binti Malhan. Selang beberapa lama kemudian beliau bangun dan tersenyum. Ummu Haram bertanya kepada beliau, "Mengapa engkau tersenyum wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "Telah ditampakkan segolongan umatku yang berperang di jalan Allah. Mereka mengendarai kapala seperti seorang raja yang memimpin pasukannya".
Suatu ketika, beliau tidur di rumah Ummu Haram binti Malhan. Selang beberapa lama kemudian beliau bangun dan tersenyum. Ummu Haram bertanya kepada beliau, "Mengapa engkau tersenyum wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "Telah ditampakkan segolongan umatku yang berperang di jalan Allah. Mereka mengendarai kapala seperti seorang raja yang memimpin pasukannya".
Posted by Luqman Hakim
at Selasa, Juli 16, 2013,
Add Comment
Read more
Tidur di depan Manusia

Seorang raja menikahi putri raja lainnya. Putri tersebut memiliki akhlak yang baik serta wajah yang sangat cantik.
Pada suatu malam, sang Raja ngobrol dengan istrinya sampai larut malam hingga tertidur. Istrinya meninggalkannya dalam keadaan tidur. Ia keluar dengan hati-hati agar suaminya tidak bangun.
Ketika raja itu bangun, ia tak mendapati istrinya di sampingnya. Mengetahui itu, ia sangat marah. Ia memanggil istrinya dan berkata, "Kenapa kamu meninggalkan saya sewaktu tidur?"
Posted by Luqman Hakim
at Selasa, Juli 16, 2013,
Add Comment
Read more
Tidur di atas Unta

Nabi Saw berjalan bersama sahabat beliau. Sesudah berjalan sekian lamanya, Nabi Saw berkutbah di hadapan para sahabat. Beliau juga memberi kabar gembira bahwa mereka akan shalat di tempat yang ada airnya setelah melakukan perjalanan selama sehari semalam.
Para sahabat pun mempercepat langkah mereka dan berpencar. Rasulullah Saw sendiri berjalan hingga tengah malam. Di samping beliau ada Abu Qatadah. Nabi Saw mengantuk dan badan beliau doyong dari kendaraannya (unta). Kemudian Abu Qatadah memasang badannya agar Nabi bisa bersandar sehingga badan beliau lurus kembali.
Nabi Saw berjalan lagi hingga berlalu sebagian malam. Tubuh beliau doyong kembali di atas kendaraannya. Maka Abu Qatadah kembali memasang badannya agar Nabi bisa bersandar.
Para sahabat pun mempercepat langkah mereka dan berpencar. Rasulullah Saw sendiri berjalan hingga tengah malam. Di samping beliau ada Abu Qatadah. Nabi Saw mengantuk dan badan beliau doyong dari kendaraannya (unta). Kemudian Abu Qatadah memasang badannya agar Nabi bisa bersandar sehingga badan beliau lurus kembali.
Nabi Saw berjalan lagi hingga berlalu sebagian malam. Tubuh beliau doyong kembali di atas kendaraannya. Maka Abu Qatadah kembali memasang badannya agar Nabi bisa bersandar.
Posted by Luqman Hakim
at Kamis, Juli 11, 2013,
Add Comment
Read more
Allah Bersamaku

Sahl bin Abdullah At-Tustari berkata, "Saya dan.....bangun malam. Saya melihat shalat pamanku Muhammad bin Siwar.
Pada suatu hari ia berkata kepadaku, "Tidakkah kamu mengingat Allah yang telah menciptakanmu"? Saya bertanya, "bagaimana cara saya mengingatnya"?
Ia menjawab, "katakanlah di hatimu ketika kamu di atas kasur hendak tidur tanpa menggerakkan lidahmu: 'Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku, Allah mengetahui apa yang aku perbuat,"
Posted by Luqman Hakim
at Rabu, Juli 10, 2013,
Add Comment
Read more
Perempuan yang Begadang

Nabi Saw memasuki kamar Aisyah RA. Di sisinya ada seorang perempuan. Nabi bertanya kepada Aisyah tentang perempuan itu. Aisyah menjawab, "Dia adalah Haula' binti Tuwait. Dia beazzam untuk tidak tidur (yaitu menghabiskan seluruh waktu malamnya untuk shalat).
Nabi Saw sangat membenci atas keinginan itu, karena Islam adalah agama yang seimbang dan adil. Jikalau setiap manusia begadang sepanjang malam, siapa yang akan bekerja di bumi dan memakmurkannya serta menyingkap segala kebaikan yang ada di dalamnya.
Nabi Saw sangat membenci atas keinginan itu, karena Islam adalah agama yang seimbang dan adil. Jikalau setiap manusia begadang sepanjang malam, siapa yang akan bekerja di bumi dan memakmurkannya serta menyingkap segala kebaikan yang ada di dalamnya.
Posted by Luqman Hakim
at Rabu, Juli 10, 2013,
Add Comment
Read more
Tidur yang Dibenci Allah

Para sahabat Rasulullah Saw bersabda, "Masjid adalah masjid bagi setiap orang yang bertakwa". Mereka pun menghabiskan waktu-waktu mereka di masjid, hingga sebagian mereka tidur di masjid. Nabi membolehkan mereka tidur di masjid, akan tetapi harus menjaga kebersihan dan kehormatannya.
Pada waktu itu para sahabat RA beri'tikaf di majid pada bulan ramadhan.
Pada suatu hari, nabi Saw memasuki masjid. Beliau mendapati seorang laki-laki tidur di atas perutnya (tengkurap) pada salah satu sisi masjid. Maka beliau mendekatinya dan menggerak-gerakkannya menggunakan kakinya agar memperbaiki tidurnya. Beliau bersabda, "Cara tidur apa ini. Ini adalah tidur yang dibenci oleh Allah". (HR. Ibnu Majah)
NB: Terjemahan dari Kitab Silsilatul Adab, Bab Qashashu adaabin Nauum sub judul Naumatun Yukrihuhallah
Panceng
Gresik, 8 Juli 2013
Posted by Luqman Hakim
at Senin, Juli 08, 2013,
Add Comment
Read more
Langganan:
Postingan (Atom)