Tawadhu'

Tawadhu'
Nabi Allah Musa 'alaihissalam menyangka bahwa tidak ada seorang pun di dunia yang lebih pandai darinya. Allah kemudian mewahyukan kepadanya bahwa di suatu tempat  ada seseorang yang lebih pandai darinya. Allah pun menunjukkan kepada nabi Musa tempat nabi Khidir  berada dan memerintahkannya agar  membawa ikan ketika hendak menemuinya. Allah juga menginformasikan kepada nabi Musa bahwa laki-laki shalih lagi alim itu berada di tempat di mana ikan yang dibawanya menghilang.

Nabi Musa pun mengerjakan perintah Allah tersebut. Ia berjalan menuju tempat yang ditentukan melewati tepi lautan.

Sesudah sekian lama melakukan perjalanan, nabi Musa bertanya kepada pembantunya tentang ikan yang dia bawa.

About Me


    Muhammad Luqmanul Hakim yang memiliki panggilan “Luqman” lahir di Sumenep, 5 Februari 1990. Lulus sebagai Sarjana S1 di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dengan predikat tidak mengecewakan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) Surabaya, Indonesia.

“Muhammad” adalah nama nabi terakhir umat Islam dan merupakan sosok teladan utama bagi kaum muslimin.  “Luqman” merupakan nama salah satu hamba sholeh yang disebutkan dalam surat ke 31 Al-Quran, yaitu surat Luqman. Sedangkan “Hakim” adalah sebuah julukan yang diberikan kepada hamba sholeh tersebut karena ucapan dan perbuatannya yang penuh hikmah.

Luqman menjalani pendidikan dasar di SD Negeri Guluk-Guluk IV, Sumenep, Madura, lalu dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Guluk-Guluk dan menyelesaikan pendidikan wajib 12 tahunnya di SMA Negeri 1 Sumenep. Selama di SMA, Luqman sudah belajar mandiri dengan tidak tinggal di rumah orang tuanya, melainkan tinggal di Pondok Pesantren Hidayatullah Sumenep. Di Pesantren Hidayatullah Sumenep inilah Luqman mempelajari ilmu-ilmu keislaman disamping belajar ilmu-ilmu umum di SMA. Waktu itu ia  bisa merasakan dua "dunia" yang berbeda, dunia sekolah umum dan dunia pondok. Hal itu menjadi pengalaman sangat berharga baginya.

Dunia kampus menjadi wahana pembelajaran yang sangat berharga bagi Luqman.Tidak puas dengan hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), Luqman bergelut dengan dunia organisasi kampus. Organisasi yang pernah ia ikuti adalah English Club (‘09-‘10), Buletin Jum’at “embun” milik Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dakwah (‘09-‘10), Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STAIL (’09-’10),  Asosiasi Penulis Islam (API) STAIL (’10-’11), dan Ikatan Mahasiswa Hidayatullah Indonesia (IMHI) (’10-’11). Luqman merasa perlu menyibukkan diri di organisasi kemahasiswaan karena baginya, masa-masa tersebut adalah masa-masa keemasan yang tidak boleh dilewatkan. 

Lulus dari kampus tercintanya, Luqman ditugaskan untuk mengikuti Program Kaderisasi Ulama (PKU) di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor, Ponorogo yang diprogramkan selama 6 bulan. Ia bersama 25 peserta lainnya yang berasal dari berbagai daerah dididik untuk menghadapi tantangan pemikiran Islam kontemporer. Tugas akhirnya adalah membuat makalah dengan judul "Kritik atas Teologi Kesetaraan Gender Riffat Hasan".

     Adapun saat ini, sambil menjalani masa penugasan di almamater kampusnya (STAIL Surabaya) dengan ikut membantu menyebarkan sedikit ilmu yang ia miliki, Luqman melanjutkan studinya dengan mengambil  jurusan Ekonomi Syariah di UINSA Surabaya.

Menjadi penulis dan penerjemah adalah cita-citanya. Untuk mendukung cita-citanya tersebut, Luqman membuat blog dengan alamat luqman-online.blogspot.com yang sampai saat ini  menghasilkan kurang lebih 260 postingan.

 Luqman sangat senang untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi. Bagi yang mau menghubunginya bisa melalui email: hakimluqman49@gmail.com, akun facebook: facebook.com/luqmanh1, atau melalui handphone dengan nomor 087 753 425 951.

Salam sukses :)

Adab Mencari Ilmu

Adab Mencari Ilmu
Ilmu adalah keutamaan dari Allah. Allah akan memberi ilmu kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dalam mencari ilmu, terdapat adab-adab yang Rasulullah Saw sangat menginginkan kita mengetahuinya, sehingga kita bisa mengambil manfaat dari ilmu yang kita pelajari, serta agar ilmu tersebut bermanfaat bagi masyarakat kita.

Hendaknya para pencari ilmu memahami dengan baik ilmu yang dipelajari, menghormati pengajarnya, dan berusaha keras agar menjadi qudwah (teladan) atas apa-apa yang telah dia ketahui.

Selain itu, hendaknya para pencari ilmu juga berusaha menjadikan ilmu yang Allah telah karuniakan dan titipkan  kepadanya bermanfaat bagi orang lain.

Di bawah ini adalah cerita-cerita yang menjelaskan sebagian adab-adab yang wajib dilakukaan oleh penuntut ilmu. Sehingga, Allah akan memberkan berkah atas ilmu yang telah ia punya. Selain itu, agar ia bisa memperoleh kebaikan di dunia maupn di akhirat.






NB: Terjemahan dari Kitab Silsilatul Adab, Bab Qashashu adaabi Thalabil 'Ilmi, pada bagian pendahuluan (tamhiidun)


Panceng, Gresik, 30 Desember 2012 


Hiasan pada Pesta Pernikahan

Hiasan pada Pesta Pernikahan
Pada hari pesta pernikahan Aisyah RA dengan rasulullah Saw, ia bermain-main dengan shabat-sahabatnya. Ibunya, Ummu Ruuman, kemudian memanggilnya. Aisyah pun bersegera  pergi menemui ibunya.Ibunya mem biarkannya berdiri di depan pintu sampai ia merasa tenang. Setelah tenang, Aisyah dibolehkan masuk ke dalam rumah.

Saat itu, perempuan-perempuan dari kaum Anshar menemuinya dan menyambutnya. Mereka berkata kepada Aisyah, "Semoga kamu berada dalam kebaikan dan keberkahan. Dan semoga berada dalam sebaik-baik keberkahan"

Nyanyian Kaum Anshar

Nyanyian Kaum Anshar
Pada suatu hari,  Aisyah RA kembali dari pesta pernikahan seorang perempuan dengan laki-laki Anshar. Nabi bertanya kepadanya, "Apa yang telah kalian ucapkan wahai Aisyah?"
Aisyah menjawab,  "Kami mendoakan keselamatan dan keberkahan, lalu kami pulang" (HR. Abu Syaikh)

Nabi Saw kemudian mengabarkan kepada Aisyah bahwa kaum Anshar adalah  kaum yang memiliki permainan yang menakjubkan. Beliau bertanya, "Apakah tidak diutus bersamanya seorang hamba sahaya yang memukul rebana dan bernyanyi?

Pertemuan Pertama

Pertemuan Pertama
Abu Sa'id RA adalah hamba sahaya dari Abu Usaid RA.

Pada suatu hari, Abu Sa'id menikah. Turut hadir pada acara tersebut ibnu Mas'ud, Abu Dzar, Hudzaifah, dan para sahabat lainnya selain mereka, untuk menyenangkannya dan turut serta dalam kebahagiaan.

Di tengah-tengah acara, waktu shalat tiba. Para sahabat pun meminta Abu Sa'id yang merupakan hamba sahaya jadi imam shalat. Ia pun shalat bersama mereka.

Hadiah Pesta Pernikahan

Hadiah Pesta Pernikahan
Ketika nabi Saw menikahi Zainab binti Jahsyin RA, Ummu Sulaim  mengatakan kepada Anas bin Malik bahwa dia ingin mengirim hadiah kepada Rasul Saw.

Anas berkata, "Lakukanlah".   Maka Ummu Sulaim pun menyiapkan kurma, mentega, dan susu. Beliau juga membuat makanan untuk Rasul. Setelah itu, ia meminta tolong Anas bin Malik agar membawanya ke hadapan nabi.

1/4 Dinar

1/4 Dinar
Ketika Abdurrahman bin Auf hijrah ke Madinah, saudaranya dari kaum Anshar memberikan tawaran-tawaran yang banyak. Akan tetapi, dia menolak untuk menerima itu semua. Dia lebih memilih pergi ke pasar dan bekerja di sana mencari penghasilan.

Pada suatu hari, nabi Saw menemuinya. Beliau melihat pada diri Abdurrahman terdapat bekas warna kuning (bekas warna kunyit atau selainnya). Pada waktu itu, nabi belum mengetahui bahwa Abdurrahman bin 'Auf telah menikah. Beliau bertanya, "Apa ini?"

Waktu Menyembelih Hewan Kurban

Waktu Menyembelih Hewan Kurban
Pada Hari Raya Idul Adha, Nabi Saw melaksanakan shalat 'ied, kemudian berkhutbah setelah shalat usai. Beliau pun menjelaskan bahwa menyembelih hewan kurban dilaksanakan setelah shalat. Barangsiapa yang melakukan seperti itu, dia telah mengikuti sunnah. Dan barangsiapa yang menyembelih hewan kurban sebelum shalat 'ied, maka dia tidak memperoleh pahala kurban.

2 Hari Raya dalam 1 hari

2 Hari Raya dalam 1 hari
Abdullah bin Zubair RA adalah gubernur Makkah Al-Mukarramah. Saat hari raya yang bertepatan dengan hari Jum'at, ia tidak keluar pada pagi hari untuk melaksanakan shalat 'ied. Ia menunggu sampai  siang, baru kemudian kemudian keluar dan  naik ke atas mimbar. Lantas dia berkhutbah dengan khutbah yang panjang dan dilanjutkan dengan shalat 2 rakaat. Pada hari itu, ia tidak melaksanakan shalat Jum'at. Sebagian manusia mencelanya atas tindakannya ini.