Tatkala Rasulullah Saw dan para
sahabat keluar dalam peperangan “Bathnu Luuth”, kendaraan yang mereka tumpangi
tidak cukup. Mereka pun bergantian, ada yang berkendaraan dan ada yang jalan
kaki. Sampai-sampai satu unta dikendarai bergantian oleh 5, 6, atau 7 orang.
Home » All post
Doa Orang-Orang Shaleh

Nabi Saw menemui Anas bin Malik, Ummu Sulaim, dan Ummu Haram (bibi
beliau) pada suatu saat di luar waktu shalat fardhu. Beliau bersabda , “Bagaimana
meurut kalian jika saya shalat bersama kalian?” Mereka pun menyetujui dan
menyambut ajakan itu dengan sangat baik.
Lalu Rasul Saw meminta Anas berdiri di sebelah kanan beliau dan
kedua perempuan tadi di belakang. Kemudian beliau Shalat bersama mereka.
Setelah itu, beliau mendoakan mereka untuk kebaikan dunia dan akhirat.
Posted by Luqman Hakim
at Selasa, Juni 05, 2012,
Add Comment
Read more
Thowus dan Doa

Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul
Adab dengan judul “Thowus wad Du'a", Thowus dan Doa. Tulisan ini merupakan bagian ke-5 dari sub judul "Adaabu Ad-Du'aa", Adab Berdoa. Semoga bermanfaat. :-)
Thowus dan Doa
Thowus adalah ulama yang ikhlas dan merupakan salah satu murid Ibnu
Abbas RA. Suatu hari di majlis ta’lim, seseorang berkata kepadanya, “Berdoalah
untuk kami dengan doa-doa”. Thowus menjawab, “Sekarang saya tidak mendapati
hatiku memiliki rasa takut kepada Allah, sehingga aku bisa berdoa untuk kalian”
[HR. Abu Na’im]
Posted by Luqman Hakim
at Senin, Juni 04, 2012,
Add Comment
Read more
Istana Putih

Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul
Adab dengan judul “Al-Qoshru Al-Abyadu", Istana Putih. Tulisan ini merupakan bagian ke-4 dari sub judul "Adaabu Ad-Du'aa", Adab Berdoa. Semoga bermanfaat. :-)
Istana
Putih
Abdullah bin Mughfil Radhiyallaahu ‘anhu mendengar anaknya
berdoa: “Ya Allah, jika saya masuk surga,
saya meminta kepada Engkau istana putih yang berada di sini kanan surga”. Abdullah
pun berkata, “Wahai anakku, berdoalah
kepada Allah agar dimasukkan ke surga dan diselamatkan dari siksa api neraka”.
Posted by Luqman Hakim
at Kamis, Mei 31, 2012,
Add Comment
Read more
Pemilik Cahaya

Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul
Adab dengan judul “Dzun Nuuri”, Pemilik Cahaya. Tulisan ini merupakan bagian ke-3 dari sub judul "Adaabu Ad-Du'aa", Adab Berdoa. Semoga bermanfaat. :-)
Pemilik
Cahaya
Thufail bin Amr Ad-duusi yang
memiliki julukan Dzun Nuur (pemilik cahaya) pergi ke Mekkah dan masuk Islam.
Kemudian ia kembali ke kabilahnya, kabilah Daus, untuk mengajak mereka agar
masuk agama yang baru (Islam). Mereka pun menyelisihinya dan berpegang teguh
pada kesyirikan dan kesesatan. Tidak ada yang beriman kecuali sedikit.
Walau demikian, Thufail dan beberapa
orang dari kaum muslimin berpegang teguh pada agama mereka serta bersabar
atasnya. Hingga akhirnya mereka
mengetahui hijrahnya Rasulullah Saw dan kaum muslimin ke Madinah Munawarah.
Maka Thufail dan beberapa orang muslim dari kabilahnya ikut hijrah ke Madinah.
Posted by Luqman Hakim
at Rabu, Mei 30, 2012,
Add Comment
Read more
Ketergesaan dan Doa

Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul
Adab dengan judul “Al-Ismu Al-A'dhamu”, Nama Allah yang Agung . Tulisan ini merupalan bagian ke-2 dari sub judul Adaabu Ad-Du'a. Adab Berdoa. Semoga bermanfaat. :-)
Ketergesaan
dan Doa
Fadhalah bin Abid radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan cerita
ini. Ia berkata: Tatkala Rasulullah saw
sedang duduk, di masjid ada seorang laki-laki masuk dan berdoa.
Posted by Luqman Hakim
at Selasa, Mei 29, 2012,
Add Comment
Read more
Nama (Allah) yang Agung

Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul Adab dengan judul “Al-Ismu Al-A'dhamu”, Nama Allah yang Agung . Semoga bermanfaat. :-)
Nama (Allah) yang Agung
Suatu ketika Rasulullah Saw berkumpul bersama para sahabatnya. Waktu itu ada seorang laki-laki yang sholat di masjid. Maka tatkala melakukan ruku’dan sujud, ia mengucapkan 2 kalimat syahadat lalu berdoa. Dalam doanya, ia berkata, “Ya Allah, sesungguhnya saya meminta kepada-Mu dengan segala puji hanya untuk-Mu. Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Pencipta langit dan bumi, Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, Yang Maha Hidup, Yang terus Menerus Mengurus (makhluk-Nya)”.
Posted by Luqman Hakim
at Selasa, Mei 29, 2012,
Add Comment
Read more
Sekarang, tentang Adab-adab dalam Berdoa

Alhamdulillah sobat, saya bisa
kembali menggoreskan “pena” di blog
tercinta ini. Saya
berharap, saya bisa istiqomah ikut meramaikan dunia blog sehingga bisa turut
serta dalam menyebarkan selaksa manfaat.
Dalam postingan kali ini saya ingin
menyampaikan bahwa mulai sekarang, saya akan melanjutkan postingan tentang
terjemahan kitab Silsilatul Adab. Hanya saja, postingan kali ini dan
selanjutnya adalah tentang Adab Berdoa yang ditulis oleh Mushtofa
Ahmad Ali. Adapun postingan sebelumnya adalah tentang Adab kepada Allah yang
ditulis oleh Abdul ‘Aziz Sayyid Haasyim.
Baiklah, di bawah ini adalah pendahuluan
dari pembahasan tentang Adab Berdoa. Adapun postingan selanjutnya –
insyaAllah – adalah kelanjutan dari sub judul Adab Berdoa dari kitab Silsilatul
Adab yang rencananya saya terjemahkan secara bertahap. Semoga “proyek” ini
bisa berjalan dengan baik dan lancar. Amiin.
Posted by Luqman Hakim
at Minggu, Mei 27, 2012,
Add Comment
Read more
Al-Muraaqabatu (Mawas Diri)

Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul
Adab dengan judul “Al-Muraaqabatu”, Mawas Diri . Semoga bermanfaat. :-)
Al-Muraaqabatu (Mawas Diri)
Di suatu malam yang dingin, Amiril
Mu’minin Umar bin khattab melakukan ronda malam dengan tujuan mengetahui
keadaan masyarakatnya. Waktu itu, ia mendengarkan sebuah percakapaan antara
seorang ibu dan anaknya. Ibu itu berkata, “Wahai anakku, campurlah susu itu
dengan air”. Maka sang anak pun menjawab, “sesungguhnya saya mendengar
informasi bahwa amiril mu’minin melarang
kita mencampur susu dengan air”.
Posted by Luqman Hakim
at Minggu, Mei 13, 2012,
4 Comments
Read more
Allah Bersama Kita

Berikut ini adalah terjemahan dari kitab Silsilatul
Adab dengan judul “Allahu Ma’aanaa”, Allah Bersama Kita. Semoga
bermanfaat. :-)
Allah Bersama Kita
Dengan ditemani Abu Bakar,
Rasulullah Saw melakukan hijrah dari Mekah menuju Madinah. Saat itu, kaum
musyrikin mengerahkan daya upaya untuk mencari dan mengikuti jejak beliau. Maka
dari itu, Rasulullah Saw dan Abu Bakar berlindung di dalam gua tsur dan tinggal
di sana sampai 3 hari. Hingga akhirnya, kaum musyrikin diliputi keputusasaan
dalam menemukan keduanya.
Posted by Luqman Hakim
at Minggu, Mei 13, 2012,
Add Comment
Read more
Langganan:
Postingan (Atom)